"Kegiatan ini menjadi titik balik penguatan ketahanan pangan di Sumatera Utara, sekaligus bukti komitmen penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk memulihkan sektor pertanian paskabencana alam di beberapa kabupaten akhir Nopember 2025 lalu," tegasnya yang saat itu hadir bersama Staf Ahli Menteri Pertanian (Mentan) Bidang Infrastruktur, Ali Jamil, Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, dan sejumlah kepala daerah di Provinsi Sumut.
Wagubsu Surya menjelaskan, total luas lahan persawahan di Sumut yang mengalami kerusakan mencapai 37.318 ha, masing-masing 22.274 Ha rusak ringan, 10.690 Ha rusak sedang, dan 4.354 Ha rusak berat. Khusus di Kabupaten Tapteng, lanjutnya, kerusakan lahan mencapai 3.205 Ha yang tersebar di berbagai kecamatan.
"Groundbreaking hari ini adalah komitmen nyata untuk memulihkan kembali fungsi lahan dan sistem irigasi,” sebut Wagubsu Surya dalam kegiatan yang dilaksanakan secara virtual bersama Mentan Andi Amran Sulaiman dan Wakil Mendagri, Bima Arya Sugiarto.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam program rehabilitasi tersebut. Menurutnya, pembangunan pertanian tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga hasil pembangunan.
"Kecamatan Tukka adalah bagian penting dari sentra pertanian rakyat. Gangguan pada lahan dan irigasi di sini menurunkan produktivitas dan pendapatan petani secara drastis," ujar Wagubsu Surya.
Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman menyatakan, pemerintah pusat bergerak cepat memberikan bantuan senilai Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut meliputi pupuk, benih, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga kebutuhan pokok masyarakat.
Pada kesempatan itu, Mentan Amran Sulaiman mengingatkan agar pelaksanaan rehabilitasi menggunakan skema padat karya.
“Saudara-saudara kita yang punya sawah yang bekerja (rehabilitasi), kemudian upahnya dibayar oleh pusat. Kami ingin masyarakat punya lapangan kerja di tengah masa sulit ini,” sebutnya.
Ia juga memerintahkan jajarannya untuk tetap berada di lokasi hingga proses pemulihan selesai.
“Saya tugaskan direktur dan tim untuk standby. Tolong dipercepat, saudara kita butuh uluran tangan segera,” imbaunya.
Menanggapi hal itu, Wakil Mendagri Bima Arya Sugiarto memberikan apresiasi atas langkah sigap dan sinergi pemerintah daerah. Pihaknya menilai, upaya tersebut berdampak signifikan terhadap stabilitas nasional dan daerah.
“Kita apresiasi kegiatan ini dan diharapkan pemulihan berjalan cepat, terutama pada sektor pertanian agar membawa keberkahan bagi masyarakat,” pujinya.
Berdasarkan informasi, kegiatan ini menandai dimulainya perbaikan besar-besaran terhadap infrastruktur pertanian yang rusak, termasuk penyediaan traktor roda empat, rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak. Fey
