"Penyuluh Pertanian menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan nasional tahun 2025," tegas Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Sumut, M Syafnurdin Asroi, STP, MM, di sela mengikuti kegiatan panen raya sekaligus Deklarasi Swasembada Pangan yang dipusatkan di Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, secara daring dari Aula Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumut, kawasan Jalan AH Nasution Medan, Rabu (07/01/2026) siang.
Diakuinya, mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kolaborasi dan sinergitas dari berbagai pihak. Dalam hal ini, Penyuluh Pertanian berperan penting dalam menyampaikan beragam program dan kebijakan pemerintah di sektor pertanian kepada petani.
"Pengalihan status Penyuluh Pertanian di bawah komando Kementerian Pertanian diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pendayagunaan penyuluh dalam mendukung program strategis Kementerian Pertanian," paparnya yang saat itu didampingi Ketua Tim Kerja Pelaksanaan Kinerja Penyuluhan, Fredy Amrin Siregar SP, dan Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluhan, Iman Rahmat CS, SP, M.Si
Lebih lanjut dijelaskan, pengalihan personil penyuluh pertanian tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan penyelenggaraan penyuluhan pertanian nasional agar lebih terkoordinasi, profesional, dan berkelanjutan. Kendati di bawah komando pusat, namun tanggung jawab para Penyuluh Pertanian tetap di wilayah kerja masing-masing.
"Saat ini, ada 2.238 personil Penyuluh Pertanian yang berada dalam naungan Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Sumatera Utara," urainya.
"Pencapaian ini berkat kerja keras seluruh pihak, sehingga target swasembada pangan, khususnya beras yang ditetapkan Bapak Presiden selama empat tahun, bisa kita penuhi dalam kurun waktu satu tahun," tutur Amran Sulaiman yang disambut aplaus dari sejumlah menteri Kabinet Merah Putih dan peserta lainnya.
Mendengar hal itu, Presiden Prabowo berterimakasih kepada seluruh komponen bangsa yang telah mengembalikan kejayaan sektor pertanian pangan Indonesia.
"Momentum ini menegaskan keberhasilan kolektif bangsa dalam memperkuat ketahanan pangan nasional tanpa impor beras medium selama tahun 2025," ujarnya.
Dikatakan, Indonesia berhasil menjaga stok beras pemerintah pada level tertinggi dalam sejarah, disertai surplus beras signifikan tanpa impor beras medium.
"Harga beras tetap terkendali, inflasi terjaga, dan kesejahteraan petani terus meningkat," sebutnya.
Presiden Prabowo menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi program strategis pemerintah di sektor pertanian.
"Bangsa merdeka adalah yang mampu menjamin pangan bagi rakyatnya," tandasnya. Fey

