"Hari ini kita memanfaatkan undangan berkunjung ke pabrik Fiesta agar kaum ibu bisa mengetahui proses produksi, termasuk literasi halalnya dan keamanan produk yang selama ini banyak beredar di pasaran," ungkap Ketua Pengajian Nurul Huda, Edwine Lily R, S.Psi, di sela kunjungan, Kamis (22/01/2026) siang.
Sebagai pihak yang bertanggungjawab mengelola makanan dalam keluarga, lanjutnya, kaum ibu dituntut lebih selektif dalam memilih hidangan yang hendak disantap. Satu hal yang mendorong pihaknya menyahuti undangan dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk ini.
"Kita berupaya untuk mengubah mindset (pola pikir, red) masyarakat, komunitas pengajian tidak hanya pada urusan agama saja, tapi juga pada hal lain di sekitar kita seperti kunjungan ke pabrik makanan ini," paparnya.
Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 30 orang anggota Pengajian Nurul Huda berkesempatan menyaksikan tayangan video singkat seputar proses produksi makanan yang diolah secara higienis dan halal dengan teknologi digital.
"Ayam disembelih secara manual dan didahului dengan membaca doa sebelum dipotong," papar Koordinator Program Factory Visit, Elvia.
![]() |
| Sebanyak 30 anggota Pengajian Nurul Huda saat berada di aula pabrik Fiesta sebelum dipandu untuk menyaksikan proses produksi, Kamis (22/01/2026) siang. Foto Ist |
"Pabrik yang ada di Kota Medan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dari Banda Aceh sampai Lampung," sebutnya.
Ditambahkan, proses pengolahan produk dilakukan dengan sistem metode IQF (Individual Quick Freezing) yang tidak mengubah rasa dan kandungan gizi, serta tanpa bahan pengawet.
“Hanya dengan mengandalkan suhu beku atau simpan di freezer, produk bisa awet sampai satu tahun,” tandasnya. Fey

