|

Wagubsu Panen Raya Padi di Mardinding Karo

Wagubsu H Surya didampingi Bupati Karo, Antonius Ginting dan Plt Kadis Ketapang TPH Sumut, H Timor Tumanggor, memperlihatkan bulir padi pada kegiatan panen raya di Desa Lau Mulgap Kecamatan Mardinding Kabupaten Karo, Selasa (20/01/2026). Foto Ist
Karo- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) H Surya menghadiri panen raya padi di Desa Lau Mulgap Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo, Selasa (20/01/2026).

“Melalui momentum panen raya ini, saya ingin menegaskan, pemerintah tidak akan meninggalkan petani berjalan sendiri dan terus memperkuat infrastruktur pertanian, terutama irigasi, meningkatkan kualitas jaringan air, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong penerapan teknologi pertanian modern,” ujar Wagub Surya.

Diakuinya, Kabupaten Karo memiliki peran strategis dalam peta pangan Sumut. Kendati dikenal sebagai sentra tanaman hortikultura, kabupaten ini juga turut berkontribusi dalam produksi padi dan jagung. Hal ini menunjukkan pembangunan pertanian di Sumut berjalan terintegrasi dan saling menguatkan antarwilayah.

Khusus di Desa Mulgap yang dihuni sebanyak 1.200 jiwa, lanjutnya, panen raya ini memberikan dampak ekonomi kepada para petani, karena tanaman padi menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

"Panen ini menciptakan pendapatan bagi puluhan keluarga petani, serta menggerakkan ekonomi lokal dan menjaga daya beli masyarakat,” tuturnya.

Hal senada dikemukakan Bupati Karo, Antonius Ginting. Dikatakannya, panen raya ini merupakan wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia, yang menempatkan pangan sebagai urusan strategis menyangkut kedaulatan bangsa, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan rakyat.

"Kabupaten Karo siap menjadi bagian penting dari gerakan besar nasional, meningkatkan produksi, memperluas tanam, memperkuat irigasi, mendorong modernisasi pertanian, serta menjaga keberlanjutan produksi pangan,” tegasnya.

Bupati Antonius Ginting menyatakan, wilayah Paya Lah Lah merupakan lahan rawa yang berada di Kecamatan Mardingding dan Lau Baleng, serta telah lama menjadi salah satu sentra pangan strategis Kabupaten Karo. Luas daerah irigasi rawa Paya Lah Lah tercatat berkisar 3.300 hektar (ha). Pada tahun 2025, lahan yang difokuskan seluas 1.500 ha yang mencakup tujuh desa, yakni Batu Rongkam, Buluh Pancur, Rambah Tampu, Lau Solu, Lau Mulgap, Tanjung Pamah, dan Mbal-mbal Petarum. Dengan produktivitas padi sawah sekitar 6,66 ton per ha, produksi padi sawah di kawasan Paya Lah Lah diperkirakan mencapai 43.956 ton dalam dua musim tanam.

“Ketika pemerintah hadir, program pusat dan daerah bersinergi, dan petani bekerja dengan semangat, maka hasilnya adalah panen, kesejahteraan, dan ketahanan pangan,” sebutnya.

Di  sela kegiatan, Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ketapang TPH) Sumut, Yusfahri Perangin-angin, menyatakan, produksi padi di Kabupaten Karo pada Desember 2025 diperkirakan mencapai 1.133 ton Gabah Kering Giling (GKG). Sementara, total produksi padi sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 126.864 ton GKG, dengan nilai perputaran ekonomi berkisar Rp824 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan berbagai bantuan yang telah disalurkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut kepada Kabupaten Karo selama tahun 2025. Bantuan tersebut meliputi benih padi seluas 500 hektar (ha), benih jagung 550 ha, pestisida 750 liter, pupuk NPK 15 ton, benih cabai merah 14 ha, serta benih bawang merah 5 ha.

"Pemprov Sumatera Utara melalui Dinas Ketapang TPH Sumut juga menyalurkan alat dan mesin pertanian berupa 6 unit corn sheller mobile, 5 unit solar dryer dome, 5 unit gudang pascapanen, 4.000 unit perangkap lalat buah, 4 unit handtraktor, dan 9 unit cultivator," urainya yang saat itu hadir mendampingi Plt Kadis Ketapang TPH Sumut, H Timor Tumanggor. Fey

Komentar

Berita Terkini