|

Gorontalo Tuan Rumah Penas XVII 2026

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah (pakai peci di tengah) foto bersama dengan sejumlah anggota Kontingen Sumut, saat penutupan Penas Tani Nelayan XVI di Lanud Sutan Sjahrir Kota Padang, Kamis (15/06/2023). Foto Ist 
Padang | Provinsi Gorontalo bakal menjadi tuan rumah Pekan Nasional (Penas) Tani Nelayan XVII tahun 2026. Demikian disampaikan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Yadi Sofyan Noor, saat penutupan Penas XVI di panggung utama Landasan udara Sutan Sjahrir Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (15/06/2023.

"Selamat jalan teman-teman se-Indonesia. Sampai bertemu kembali di Penas 2026 di Provinsi Gorontalo," papar Yadi.

Sebelumnya, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi, dalam sambutannya mengimbau Gorontalo dapat mempersiapkan diri secara baik untuk menjadi tuan rumah Penas XVII.

“Provinsi Gorontalo harus lebih baik lagi dari Penas XVI di Kota Padang ini,” ujarnya.

Dedi memuji pelaksanaan Penas di Kota Padang sebagai hal yaang terbaik perihal persiapan prasarana, termasuk substansi hasil Penas XVI kali ini.

"Semua berjalan lancar. Ada kekhasan dan kekhususan di Penas XVI di Padang yaitu hadirnya petani-petani milenial kita, ini yang sangat membanggakan," tuturnya.

Ia mengklaim, substansi kegiatan tahun ini untuk menyamakan visi dan tekad untuk mengantisipasi perubahan iklim, termasuk El Nino, tercapai dengan baik dalam Penas Tani Nelayan XVI.

Menurutnya, ancaman perubahan iklim sudah di depan mata, termasuk El Nino yang diprediksi akan terjadi tahun ini. Perlu kesiapan dari semua pihak terkait pertanian, perikanan, dan kehutanan, untuk merespons hal tersebut.

"Banyak komitmen yang terjalin dalam rembug tani dan banyak pertemuan lain untuk kesiapan menyambut perubahan iklim ini," sebutnya. 

Selain itu, kata Dedi, gelar teknologi yang dilaksanakan bisa menjawab tantangan pertanian secara luas ke depan, salah satunya melalui smart farming.

"Smart farming ini adalah pertanian pintar yang dilakukan para petani pintar karena itu diyakini mampu menjawab tantangan perubahan iklim," paparnya.

Kabid Penyuluhan Dinas Ketapang TPH Sumut, H Sutarman, bersama tiga Sub-Koordinator di jajarannya, mengikuti acara penutupan Penas Tani Nelayan XVI di Kota Padang, Kamis (15/06/2023). Foto Ist
Secara terpisah, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (Ketapang TPH) Sumut, H Sutarman, mengaku puas atas pelaksanaan Penas XVI Padang. 

“Dari sisi pelaksanaan, semakin baik dari Penas sebelumnya di Aceh. Mudah-mudahan akan lebih baik lagi saat berlangsung di Gorontalo pada tahun 2026 mendatang,” sebutnya yang saat itu didampingi Sub-Koordinator Kelembagaan Penyuluh, M Syafnurdin Asroi dan Sub-Kordinator Ketenagakerjaan, Fredy Amrin Siregar. 

Sementara, Penanggungjawab Stan Dinas Ketapang TPH Sumut, Gustina Roma Siregar, menyatakan, animo masyarakat berkunjung ke Stan Provinsi Sumut cukup tinggi. Umumnya, pengunjung tertarik dengan salak asal Padangsidimpuan dan kurma yang dihasilkan petani Kabupaten Karo. 

“Pengunjung yang tercatat di buku tamu mencapai ribuan orang dengan total penjualan mencapai puluhan juta rupiah,” tandasnya. Fey

Komentar

Berita Terkini