|

Kedaulatan Pangan Butuh Kolaborasi

Gubsu Edy Rahmayadi (kemeja putih) didampingi Wamentan, Harvick Hasnul Qolbi, menanam jagung di Desa Salam Tani Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deliserdang Senin (25/07/2022). Foto Ist

Pancurbatu- Kedaulatan pangan membutuhkan kolaborasi dari segenap komponen di negeri ini. Demikian dikemukakan Gubsu Edy Rahmayadi, saat hadir dalam kegiatan menanam jagung bersama Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Harvick Hasnul Qolbi, dan Pangdam I/Bukit Barisan, Achmad Daniel, di Desa Salam Tani Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deliserdang, Senin (25/07/2022). 

"Ini merupakan bagian program pemanfaatan lahan TNI dalam rangka swasembada pangan," ujar Gubsu Edy.

Ia mengaku sangat mengapresiasi keterlibatan TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia, khususnya di Provinsi Sumut. Hal ini mengingat, mewujudkan swasembada pangan memerlukan kontribusi dari seluruh pihak, termasuk TNI. 

“Sudah benar ini semua terlibat, kolaborasi rakyat, TNI, pemerintah sangat penting untuk kita berdaulat dalam pangan,” sebut Gubsu Edy yang semakin optimistis Sumut mampu mewujudkan swasembada pangan.

Diakuinya, sejak dulu TNI sudah terlibat dalam program pertanian. Saat krisis moneter melanda negeri ini, misalnya, TNI diperintahkan bergerak memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian.

Menanggapi hal itu, Wamentan Harvick menyatakan, sinergi merupakan hal penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Apalagi melihat kondisi perekonomian dunia yang mulai mengalami gangguan dengan kondisi tersebut dikhawatirkan sektor pangan akan juga bermasalah.

“Pemerintah bersinergi dengan seluruh kementerian lembaga baik pemerintah, masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan yang mudah-mudahan segera menjadi kedaulatan pangan," tuturnya.

Sementara, Pangdam I/BB, Achmad Daniel, menjelaskan. selain jagung, program tersebut juga mencakup penanaman padi di empat provinsi wilayah kerja Kodam I/BB. 

“Kodam I/Bukit Barisan bersama warga dan kelompok tani melaksanakan kegiatan ketahanan pangan, bersama juga santri tani Nahdatul Ulama,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, TNI pada akhirnya ikut dalam ketahanan pangan. Sebab ketahanan pangan sangat berkaitan dengan ketahanan dan keamanan negara. 

Secara terpisah, Ketua Santri Tani Nahdatul Ulama, Tengku Rusli Ahmad mengharapkan, lahan-lahan tidur di Sumut dapat dimanfaatkan dengan memberdayakan masyarakat.  

“Ini juga persoalan kelompok tani yang betul-betul dibantu, semua kelengkapan kelompok taninya juga, kita mesti bekerjasama,” tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wamen bersama Edy Rahmayadi meletakkan batu pertama pembangunan pendopo ketahanan pangan. Pendopo tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan di Sumut. Fey

Komentar

Berita Terkini