Lantunan suara zikir menggema dari ruang utama Masjid El Susi Meldina, seakan memecah euforia di masyarakat menjelang pergantian tahun. Dipandu Ustad Dr Winda Kustiawan MA, puluhan jamaah secara khusyuk mengikuti beragam lafaz pujian kepada Sang Pencipta.
“Kegiatan ini bukan untuk menyambut malam pergantian tahun, tapi memandang salah satu bulan Haram (dimuliakan red) dalam kalender Hijriah, yakni Rajab, dimana perbuatan pahala dan dosa dilipatgandakan,” ungkap Ketua BKM El Susi Meldina, H Isyrin Usman, dalam sambutan singkatnya.
Selain Rajab, lanjutnya, tiga bulan Haram dimaksud lainnya adalah Muharram, Dzulqaidah dan Dzulhijjah. Pada kesempatan itu, H Isyrin mengapresiasi inisiatif kaum ibu yang tergabung dalam Pengajian Nurul Huda karena telah menggagas kegiatan muhasabah.
“Kegiatan ini sudah direncanakan, sebelum keluar surat edaran dari Wali Kota Medan perihal imbauan untuk setiap BKM melaksanakan zikir bersama menjelang berakhirnya tahun Masehi,” sebutnya.
Ia berharap, kolaborasi dengan pihak Pengajian Nurul Huda berlanjut di masa mendatang demi syiar keislaman, khususnya untuk warga Komplek TVRI.
Ajakan itu direspon positif Ketua Pengajian Nurul Huda, Edwine Lily R, S.Psi. Dijelaskannya, kolaborasi dengan pihak BKM El Susi Meldina dalam menggelar kegiatan Muhasabah di bulan Rajab merupakan program kerja pertama, selain pengajian rutin ibu-ibu setiap pekan, setelah kepengurusan dilantik beberapa waktu lalu.
“Kita siap berkolaborasi dengan pihak mana pun, sepanjang untuk syiar keislaman, utamanya demi kemaslahatan umat muslim, khususnya warga Komplek TVRI,” tuturnya.
Sementara, Ustad Winda Kustiawan dalam tausyiahnya menyoroti pentingnya muhasabah diri. Dicontohkannya, bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, masing-masing Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, selayaknya menjadi momen bagi segenap bangsa untuk tidak melakukan hal-hal yang merusak lingkungan alam.
“Saat ini tidak perlu saling menyalahkan, lebih utama mengintrospeksi diri agar bencana akibat perbuatan manusia tidak terulang lagi di Indonesia,” imbaunya.
Dalam konteks Islam, kata Ustad Winda, ada tiga hal saling berkaitan namun memiliki nuansa berbeda yang semuanya atas ketentuan Allah SWT. Pertama musibah, yang dalam konteks umum kerap bermakna negatif. Padahal, bagi setiap mukmin, musibah merupakan ujian sekaligus menggugurkan dosa serta pengingat akan keterbatasan manusia untuk meningkatkan derajatnya.
Begitu juga dengan Bala, menurutnya, bisa dalam bentuk nikmat maupun kesulitan. Terakhir, Ustad Winda menyebutnya sebagai Azab, yakni hukuman langsung dari Allah SWT terhadap umatnya yang kufur.
“Kegiatan Muhasabah malam ini sangat positif karena setelah menunaikan sholat Isya secara berjamaah, kita juga melaksanakan sholat ghaib untuk korban bencana alam di Pulau Sumatera, serta dilanjutkan dengan zikir bersama,” pujinya.
Berdasarkan pengamatan, puluhan remaja Masjid tampak hadir berbaur bersama jamaah lain untuk mengikuti kegiatan ini. Fey
