|

Jamu Kian Diminati

Ketua Dewan Rempah Indonesia Sumut, Hj Nawal Lubis, berdialog dengan seorang peserta pameran dan kegiatan Peringatan Hari Jamu ke-14 di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, Jalan Sudirman No 41 Medan, Selasa (31/05/2022). Foto Ist

Medan- Ketua Dewan Rempah Indonesia (DRI) Sumut, Hj Nawal Lubis, mengklaim, minuman herbal tradisional seperti jamu semakin diminati masyarakat karena berdampak positif bagi kesehatan. 

"Saya berharap, Peringatan Hari Jamu Nasional ke-14 tahun ini menjadi momentum kebangkitan jamu di Sumatera Utara, khususnya, dan Indonesia pada umumnya," ujar Hj Nawal dalam kegiatan bertajuk ‘Pemanfaatan dan Peningkatan Daya Saing Jamu Menuju Sumut Sehat dan Bermartabat’, di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur, kawasan Jalan Sudirman Medan, Selasa (31/05/2022).

Sebagai obat tradisional yang sudah digunakan secara turun-temurun, pihaknya meyakini, jamu dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

"Perubahan gaya hidup masyarakat yang mulai beralih ke minuman herbal tradisional yang dinilai lebih sehat, membuat jamu semakin naik daun. Ini juga menjadi peluang bisnis usaha jamu semakin terbuka lebar," sebutnya.

Kepada para pelaku UMKM jamu, Hj Nawal berharap agar terus berupaya meningkatkan daya saing produk jamu. Hal ini mengingat, pelaku usaha jamu memiliki peran strategis dalam rangka peningkatan perekonomian di Sumut. Pada akhirnya, berdampak pada petani rempah penghasil bahan baku jamu sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

"Mari kita bersama mendorong dan memperkuat UMKM obat tradisional dan usaha jamu mampu memproduksi produk yang berkualitas, berdaya saing dan mampu mengisi pasar ekspor," paparnya.

Hj Nawal juga mengingatkan para pelaku usaha untuk memperhatikan secara khusus hal-hal penting agar jamu terjamin aman dikonsumsi dan bermanfaat bagi kesehatan. 

"Tetap perhatikan pemilihan dan pengolahan bahan baku secara baik serta kualitasnya, mendapat izin BPOM, sertifikat Halal dan persyaratan lainnya," tukasnya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana, Lies Handayani Siregar, menyatakan, kegiatan yang diinisiasi Ketua DRI Sumut itu bertujuan untuk mengangkat kearifan lokal dan meningkatkan jamu menuju daya saing secara global.

"Pada pertemuan ini selain seminar juga akan dilakukan expo jamu jamu yang ada di Sumut. Untuk seminar akan membahas manfaat jamu dan peran keamanan jamu untuk kesehatan," tutur Lies Handayani yang dalam kesehariannya menjabat sebagai Kepala Dinas Perkebunan Sumut, ini.

Ia menambahkan, sebanyak 30 ribu tanaman di Indonesia sudah dijadikan herbal/jamu oleh masyarakat dan telah dikonsumi 50% masyarakat. Kendati demikian, pemerintah tetap mengedepankan keamanan dan standar bagi jamu olahan yang diatur oleh UU kesehatan No. 46/2009.

Ketua Bidang Pembinaan Karakter Keluarga TP PKK Sumut, Sri Ayu Mihari, yang turut hadir pada kesempatan itu mengimbau masyarakat untuk terus melestarikan jamu. 

"Jamu ini harus tetap ada. Karena jamu ini sangat bermanfaat untuk kita semua. Untuk anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Semoga bisa tetap melestarikan jamu ini," tandasnya. Fey


Komentar

Berita Terkini