|

BIP Tanjungmorawa Minimalisir Pupuk Kimia

Kepala UPT BIP Tanjungmorawa, Dr Ir Bahrum Jamil (kanan) menjelaskan manfaat menggunakan pupuk organik dalam pertanaman padi, di areal persawahan UPT, Rabu (23/03/2022) siang. Foto Fey

Tanjungmorawa- Sejak setahun terakhir, pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Benih Induk Padi (BIP) Tanjungmorawa, mencoba meminimalisir penggunaan pupuk kimia dalam pertanamannya. Meskipun tidak sepenuhnya, namun, hasil yang diperoleh cukup menggembirakan.

"Sejak tahun 2021, kita mencoba mengembalikan kesuburan lahan persawahan di beberapa areal pertanaman padi dan meminimalisir penggunaan pupuk kimia," ungkap Kepala UPT BIP Tanjungmorawa, Dr Ir Bahrum Jamil, di ruang kerjanya, Rabu (23/03/2022) siang.

Dalam pengolahan lahan, pihaknya menggunakan dolomit untuk mengembalikan kesuburan tanah. Pasalnya, selama ini lahan persawahan kerap 'dihujani' oleh pupuk berbahan kimia, sehingga kesuburan tanah menjadi berkurang. Begitu juga dalam merawat pertanaman padi, UPT yang memiliki areal persawahan seluas 19 hektar ini meminimalisir penggunaan pupuk berbahan kimia.

"Kita memanfaatkan sumber daya alam di sekitar UPT Benih Induk Padi Tanjungmorawa untuk membuat pupuk organik," tukasnya yang saat itu didampingi Kepala Seksi Pelayanan Teknis, Rony Permadi, dan Kepala Seksi Produksi, Agus Sahputra Siregar.

Ia mengklaim, pemanfaatan pupuk organik mampu mengurangi biaya produksi. Selain itu, pupuk organik yang terserap ke tanah justru mampu menyuburkan lahan persawahan, sehingga di musim tanam berikutnya, hasil panen berpotensi meningkat. 

"Kalau pupuk berbahan kimia, justru membuat lahan pertanaman menjadi jenuh kalau terserap ke tanah," sebut Jamil.

Kepala UPT BIP Tanjungmorawa, Dr Ir Bahrum Jamil, menjelaskan seputar institusi penghasil benih padi itu di ruang rapat UPT BIP Tanjungmorawa, Rabu (23/03/2022) siang. Foto Fey

Kendati demikian, pihaknya belum sepenuhnya menerapkan pertanian organik dalam menghasilkan benih padi. Dalihnya, sistem pertanian organik membutuhkan proses untuk mendapatkan hasil panen seperti saat menggunakan pupuk berbahan kimia.

"UPT BIP Tanjungmorawa memiliki target untuk kontribusi PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) setiap tahun, sehingga kita belum bisa secara penuh menerapkan sistem pertanian organik," tutur Jamil lantas menyatakan, penggunaan pupuk organik, baik padat maupun cair, dalam pertanaman di UPT BIP Tanjungmorawa berkisar 40%. Fey

Komentar

Berita Terkini