|

Distan Langkat Kendalikan Hama Wereng

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Langkat, Nasiruddin, di sela-sela kegiatan Musrenbang Pertanian tingkat Sumut di Hotel Garuda Plaza Medan, Kamis (27/02/2020). Foto Fey  
Medan- Hingga kini, upaya pengendalian serangan hama wereng coklat yang menyerang pertanaman padi di wilayah Kabupaten Langkat masih terus dilakukan.

"Kita melibatkan kelompok tani dan petani dengan didampingi petugas penyuluh pertanian dan aparat terkait untuk mengendalikan hama itu," papar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Perkebunan dan Peternakan Langkat, Nasiruddin, di sela-sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pertanian Provinsi Sumut di Hotel Garuda Plaza kawasan Jalan SM Raja Medan, Kamis (27/02/2020).

Ia mengemukakan, serangan hama wereng sempat terjadi di sejumlah desa wilayah Teluk Aru, diantaranya, Desa Pelawi Selatan, Desa Pelawi Utara, Desa Securai Selatan dan Desa Teluk Meku dengan total luas areal pertanaman mencapai 470 hektar (ha). Setelah berkoordinasi dengan institusi terkait, termasuk pihak Unit pelaksana Teknis Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPT PTPH) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, serangan hama tersebut bisa diminimalisir.

"Selain dilakukan gerakan pengendalian langsung ke lokasi pertanaman yang terkena serangan dengan penyemprotan pestisida, kita juga melakukan sosialisasi kepada petani agar tanaman padinya bisa terhindar dari wereng dan hama pengganggu lainnya," sebut Nasir.

Areal pertanaman padi di wilayah Sumatera Utara. Foto Fey
Secara terpisah, Kepala UPT PTPH Dinas TPH Provsu, Marino San SP MM, membenarkan gerakan pengendalian untuk meminimalisir serangan hama wereng di Kabupaten Langkat.

"Kita segera menginstruksikan petugas Pengamat Hama kita (Pengamat Hama Pertanian, red) untuk melakukan pengendalian dengan cara penyemprotan pestisida di areal pertanaman yang terserang," ujarnya.

Marino mengklaim, pengawalan terhadap pertanaman semakin gencar dilakukan petugas di lapangan, mengingat, cuaca ekstrim yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir di wilayah Sumut.

"Kita menginginkan, petani tanaman pangan dan hortikultura bisa menikmati hasil panennya tanpa gangguan yang berarti dari Organisme Pengganggu Tanaman apa pun," tandasnya. Fey

Komentar

Berita Terkini