|

Aksi Raju Terekam CCTV

Pelaku pencurian mesin air dan kompresor di salah satu tempat pencucian sepeda motor kawasan Securai Pasar Desa Securai Utara Kecamatan Babalan, Langkat yang diamankan pada Jumat (12/02/2021). Foto Ist

Pangkalanbrandan- Rekaman CCTV membongkar aksi kejahatan M Awzar alias Raju (23) saat mencuri mesin air dan kompresor di salah satu tempat usaha pencucian sepeda motor kawasan Securai Pasar Desa Securai Utara Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, Kamis (05/11/2020). Namun, personil Unit Reskrim Polsek Pangkalanbrandan baru bisa menangkap Raju di kediamannya, kawasan Jalan Perjuangan Dusun VII Desa Paluh Manis Kecamatan Gebang, Langkat, pada Jumat (12/02/2021) sekira pukul 22.00 WIB.

Kapolsek Pangkalanbrandan, AKP PS Simbolon SH, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, membenarkan penangkapan tersebut. Disebutkannya, korban, Supriadi ((43) dalam laporannya ke Mapolsek Pangkalanbrandan, sesuai LP/139/XI/2020/SU/LKT/ SEK-BRANDAN.Tanggal 09 November 2020, mengaku telah kehilangan mesin air dan kompresor di teras rumahnya yang dijadikan tempat usaha pencucian sepeda motor. Korban juga menyerahkan bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan dua pelaku saat melakukan pencurian sekira pukul 09.00 WIB. 

"Dari hasil rekaman CCTV, terlihat dua pelaku mengambil mesin air dan kompresor merek Dompeng," tutur AKP PS Simbolon.

Ia kemudian menginstruksikan Kanit Reskrim, Iptu Dedi YP Ginting SH memimpin penyelidikan. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, diketahui dua pelaku itu bernama Raju dan Boy. Namun, keberadaan keduanya tidak terdeteksi, sehingga sejumlah personil memburunya.

Beruntung, sekira Jumat (12/02/2021) sore, Raju diketahui sedang berada di rumahnya, sehingga beberapa personil UNit Reskrim segera menjemputnya. Tanpa perlawanan, Raju diboyong ke Mapolsek Pangkalanbrandan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari hasil pemeriksaan, rekan pelaku lainnya, Boy, disebutkannya telah merantau ke wilayah Pekanbaru. Sementara hasil kejahatannya telah dijual ke salah satu pedagang penampung barang bekas (botot) yang tidak dikenalnya. Ian 

Komentar

Berita Terkini