“Saat ini, kita sudah menanam puluhan bibit pepaya jenis California (Kalina), cabai dan terong,” papar Ketua BKTW Sejahtera, H Riduan, di lokasi pekuburan, Sabtu (01/08/2026) pagi.
Selain itu, lanjutnya, beraneka tanaman buah bakal menyusul ditanam, berikut mendirikan pondok untuk tempat tinggal sementara penjaga kuburan. Pihaknya juga segera mengaktifkan kembali penerangan di kawasan itu.
“Pelan-pelan kita benahi areal pekuburan ini agar tidak menyeramkan lagi,” sebutnya yang saat itu didampingi sejumlah pengurus BKTW Sejahtera, seperti Amran SP, Marsum dan Adin.
Riduan menjelaskan, rencana memberdayakan lahan seluas 5.000 meter persegi ini berawal dari keprihatinan pihak pengelola terhadap kondisi pekuburan tahap kedua yang dipenuhi semak-belukar. Apalagi, daya tampung pekuburan tahap 1 di Jalan Karya Utama Gang Wakaf, berjarak sekira 200 meter dari tempat itu, sudah penuh. Satu hal yang mendorong pihak pengelola mulai membenahi lokasi pekuburan tahap 2 ini.
“Keterbatasan dana operasional membuat kita baru beberapa bulan terakhir ini membenahi pekuburan tahap 2,” sebutnya.
![]() |
| Pihak BKTW Sejahtera memperlihatkan bibit pepaya yang akan ditanam di areal pekuburan tahap 2, beberapa waktu lalu. Foto Fey |
“Dulu sempat kita dirikan gubuk tempat berteduh dan dipasangi lampu, tapi semuanya sudah rusak akibat ulah oknum tak bertanggungjawab,” ujarnya.
Sementara, Kepala Lingkungan IV, M Ikbal, yang turut berada di lokasi bersama Kepala Lingkungan II, Hasyim, mendukung upaya yang dilakukan pihak BKTW Sejahtera dan mengimbau warga sekitar untuk ikut menjaga kebersihan di kawasan pekuburan.
“Kita akan terus-menerus mengimbau warga sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan, agar kawasan pekuburan ini bersih,” tukasnya.
Dihubungi melalui telepon selulernya, Ketua Pengurus Cabang Al Washliyah Kecamatan Medan Johor, Zulham Nasution, mengapresiasi terobosan yang dilakukan pihak pengelola pekuburan tersebut. Menurutnya, upaya tersebut sangat tepat untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada di pekuburan.
“Ini bukan sekadar mendapatkan nilai tambah ekonomi dari hasil tanaman, tapi juga menjadikan kawasan pekuburan sebagai ruang terbuka hijau dengan tanaman buah dan sayur,” sebut pria yang karib disapa Zulnas ini, via telepon selulernya.
Ia berharap, posisi pertanaman juga diatur agar semakin memperindah kawasan pekuburan tersebut.
“Bisa jadi, kalau sudah terwujud, pekuburan tahap 2 Kampung Dalam ini menjadi kebun urban pertama di Kota Medan yang lokasinya di areal pekuburan,” tandasnya. Fey


