"Selama dua hari, kita turun ke lahan milik enam kelompok tani seluas 150 hektar di Desa Rawang Lama untuk mengedukasi sekaligus melakukan Gerdal (Gerakan pengendalian, red) hama penggerek batang padi sejak benih di persemaian," ungkap Kepala Seksi Pengamatan dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Pangan, Dampak Perubahan Iklim dan Mutu Keamanan Pangan UPTD PTPH dan PMKP Sumut, Amran SP, yang turun langsung ke lapangan, via aplikasi WhatsApp, Minggu (16/11/2025) sore.
Pihaknya sengaja melakukan gerdal melalui pengutipan kelompok telur dengan menggunakan alat bantu batang bambu. Caranya, para petani bersama personil Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) menyusuri lahan persemaian untuk menemukan kelompok telur yang berada di ujung daun padi. Setelah dikumpulkan, kelompok telur tersebut segera dimusnahkan.
"Ada beberapa telur yang sengaja disimpan dalam bumbung atau botol konservasi untuk diamati perkembangannya sehingga menetas menjadi larva," sebut Amran.
Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan hasil botol konservasi tersebut, akan diketahui perkembangan telur, sehingga akan dilakukan tindakan lebih lanjut pada tanaman padi di sekitar.
"Jika hama penggerek batang tidak dikendalikan saat dipersemaian, petani akan rugi karena biaya produksi menjadi tinggi akibat tanaman padi harus terus disemprot insektisida agar bisa panen," paparnya.
![]() |
| Sejumlah petani mencari kumpulan telur hama Penggerek Batang padi di lahan persemaian milik anggota kelompok tani di wilayah Kecamatan Rawang Panca Arga Kabupaten Asahan, pekan lalu. Foto Ist |
"Penggerek Batang Padi dapat menyerang tanaman berusia muda, biasanya disebut hama sundep dan di masa generatif (hama beluk, red), sehingga penanganannya harus sejak dini," tegasnya melalui sambungan telepon.
Marino menyebutkan, kegiatan ini merupakan salah satu metode pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan dan efektif, terutama bila dilakukan sejak dini di persemaian.
"Khusus hama Penggerek Batang Padi, di beberapa kabupaten, kita sudah melakukan Gerdal Pengutipan kelompok telur dan ada juga Gerdal dengan penyemprotan insektisida kimia secara terukur ke tanaman padi yang dinilai serangannya sudah di luar ambang batas kewajaran," urainya.
Ia menambahkan, gerdal serupa telah dilakukan di lahan persemaian padi seluas 25 Ha milik kelompok tani (poktan) Desa Sei Bamban Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdangbedagai, pada pekan lalu. Sementara, Gerdal pengutipan kelompok telur akan dilakukan di lahan persemaian padi seluas 25 Ha milik poktan di Kecamatan Tebingtinggi pada pekan depan.
"Kita juga akan melakukan Gerdal OPT melalui penyemprotan insektisida di lahan pertanaman padi seluas 25 hektar di Kecamatan Pegajahan pada pekan depan," ujarnya.
Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Ketapang TPH Sumut, H Timor Tumanggor, melalui Sekretaris Dinas, Yusfahri Perangin-angin, mengapresiasi upaya yang telah dilakukan dalam mengawal produksi padi provinsi ini.
"Kami sangat mengapresiasi upaya kawan-kawan di UPTD PTPH dan PMKP yang terus mengawal pertanaman padi hingga panen dalam mengamankan produksi pangan," pujinya, lantas mengingatkan para personil POPT agar selalu menerapkan pengendalian OPT yang ramah lingkungan. Fey


