"Masih dalam tahap perencanaan, kita sedang merumuskan strategi yang tepat, bukan hanya sekadar memberikan bantuan lalu terputus, tetapi benar-benar berkelanjutan sehingga outputnya jelas terlihat,” ujar Gubernur Sumut Bobby Nasution memimpin rapat bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan serta Dinas Kelautan dan Perikanan, di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Kamis (13/11/2025).
Untuk sektor perkebunan, lanjutnys, Pemprov Sumut menetapkan kelapa, kopi, dan aren sebagai komoditas unggulan. Di sektor perikanan difokuskan pada ikan asin dan ikan teri. Sementara, sektor peternakan, tengah dikaji antara sapi potong dan kambing sapera sebagai prioritas pengembangan.
"Pengembangan komoditas unggulan Sumatera Utara ini akan dilakukan melalui lima tahapan," ujarnya.
Dirincikan, pada tahap pertama, yakni perencanaan (2025–2026), dilanjutkan pengadaan dan pembangunan infrastruktur (2026), penguatan SDM (2026), hilirisasi (2027–2028), dan skala industri (2029).
“Menuju arah industri tentu membutuhkan waktu, tapi program ini akan memberi dampak signifikan bagi perekonomian Sumatera Utara dan meningkatkan kesejahteraan petani serta peternak kita,” sebut Gubsu Bobby Nasution yang saat itu didampingi Kepala Bappelitbang Sumut, Dikky Anugerah Panjaitan.
Ia mengklaim, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, dan juga merupakan program prioritas Gubernur Sumut Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya.
“Kita harus benar-benar bekerja keras untuk mencapai target ini. Ini bukan pekerjaan mudah dan tentu tidak singkat, tapi dampaknya akan signifikan bagi Sumatera Utara,” pungkasnya. Van
