|

KEP SIMURP Sumut Incar Ritel Modern

Nara sumber, panitia dan peserta pertemuan KEP SIMURP tahun 2022 foto bersama usai kegiatan di Aua Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Deliserdang, Rabu (05/10/2022) siang. Foto Fey

Lubukpakam- Store General Manager LotteMart Medan Center Point, Antoni Jekson Siahaan SE, menegaskan, kecerdasan menjadi faktor utama para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dalam upaya mengusung produknya bisa menembus pasar ritel modern. 

“Setiap pelaku usaha harus cerdas membaca peluang pasar sekaligus cerdas menyiasati hambatan yang ada,” paparnya dihadapan puluhan peserta kegiatan ‘Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) melalui Kegiatan SIMURP (Strategic Irrigation Modernization Urgen Rehabilitation Project, red) tahun 2022' di Aula Kantor Dinas Pertanian, Peternakan Kabupaten Deliserdang, Rabu (05/10/2022).

Ia juga mengingatkan, setiap pelaku UMKM, termasuk di sektor pertanian, untuk mengurus perizinan sebagai legalitas produknya. Selain itu, kata Antoni, para pelaku UMKM juga harus senantiasa belajar dan berinovasi agar produk yang ditawarkan mampu bersaing di pasaran.

“Para pelaku usaha harus bermental kaya, dan harus tahu cara meraih tujuan, sehingga memiliki perencanaan dan tidak berhenti untuk belajar serta berinovasi agar produk yang ditawarkan mampu bersaing dengan lainnya,” imbau Antoni Jekson.

Sebelumnya, nara sumber dari Dinas Perizinan Satu Atap Kabupaten Deliserdang, Reni, menjelaskan secara rinci seputar proses pengurusan perizinan para pelaku UMKM. 

“Pemerintah semakin mempermudah pengurusan perizinan, termasuk untuk pelaku UMKM, yakni dilakukan secara online melalui sistem OSS atau Online Single Submission,” tukasnya.

Sementara, Kepala Seksi Kelembagaan Penyuluhan Bidang Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sumut, Syafnurdin Asroi, menuturkan, pola penumbuhan KEP SIMURP  bergeser dari sebelumnya. Apalagi, Presiden Joko Widodo pada Rapat Terbatas Bidang Pertanian sekira medio Desember 2021 silam, berharap, petani harus keluar dari rutinitas ‘On Farm' yakni budidaya dan mulai memaksimalkan kegiatan ‘On Farm' yang terkait pemasaran hasil pertaniannya.

“Selama ini, petani sebagai unit agribisnis terkecil belum mampu meraih nilai tambah yang rasional dari hasil usahanya, sehingga peran KEP harus ditingkatkan melalui cara memaksimalkan kegiatan ‘Off Farm',” ujarnya yang saat itu didampingi Kepala BPP Tanjung Garbus, Nurhasanah Pane.

Ia mengakui, peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai pusat pembelajaran petani, informasi dan jejaring pemasaran di tingkat kecamatan sangat strategis untuk mewujudkan hal itu. Menggandeng petani milenial yang memiliki inovasi dan jejaring lebih luas, pihaknýa berharap para petani bisa mendapatkan nilai tambah sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Store General Manager LotteMart Medan Center Point, Antoni Jekson Siahaan SE, memaparkan kiat produk pelaku UMKM sektor pertanian menembus pasar ritel modern, di Aula Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Deliserdang, Rabu (05/10/2022). Foto Fey

Secara terpisah, Kabid Penyuluhan Dinas TPH Sumut, Sutarman, menjelaskan, sejumlah petani yang tergabung dalam KEP SIMURP Kabupaten Deliserdang telah menghasilkan berbagai produk. KEP Tanjung Garbus Jaya, misalnya, menghasilkan pestisida nabati dan pupuk organik cair (VOC). Begitu juga peserta KEP di Kecamatan Beringin yang telah menghasilkan beras sehat.

“Ini salah satu alasan kita melibatkan pihak ritel modern, dengan harapan para pelaku UMKM sektor pertanian di Sumatera Utara bisa memahami cara menembus pasar ritel modern,” sebut Sutarman melalui telepon selulernya.

Hal senada dikemukakan Plt Kepala Dinas TPH Sumut, Hj Lusyantini.

“Banyak keuntungan bila produk petani terpajang di ritel modern. Salah satunya, meningkatkan kepercayaan konsumen  karena pihak ritel modern menerapkan standarisasi tertentu sebelum menerima produk itu,” urainya via telepon seluler.

Keuntungan lainnya, Lusyantini mengklaim, konsumen lebih mudah mendapatkan produk peserta KEP SIMURP. Tidak kalah pentingnya, omset penjualan bakal semakin meningkat.

“Satu hal pasti, produk pelaku KEP SIMURP akan dipromosikan secara gratis karena dipajang di ritel modern,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan, pengembangan sektor hilir pertanian sangat layak dilakukan. Hal ini mengingat, bila di sektor hilir telah terbangun, maka sektor hulu bakal ikut membaik. 

“Bila hilir maju, otomatis sektor hulu juga akan maju,” tandasnya. Fey

Komentar

Berita Terkini