Suasana kegiatan tampak berbeda ketika para penyuluh secara serentak mengakses platform pembelajaran digital melalui telepon pintar masing-masing. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas penyuluh dalam menghadapi tantangan pertanian modern sekaligus mempercepat penyebaran informasi kepada petani di lapangan.
Kegiatan tersebut membahas strategi pelaksanaan Program PM-AAS dan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung tugas penyuluhan. Melalui platform e-learning, para penyuluh dapat mengakses materi pembelajaran secara fleksibel dan berkelanjutan untuk memperkaya pengetahuan yang nantinya disampaikan kepada petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, S.Pt, M.Pi, dalam arahannya menegaskan pentingnya sinergi, koordinasi, serta kreativitas para penyuluh dalam menerjemahkan berbagai program pertanian agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing.
"Keberhasilan program pertanian sangat bergantung pada kemampuan pendampingan di lapangan. Karena itu, setiap program perlu disesuaikan dengan kondisi riil yang dihadapi petani," ujarnya.
Sementara, Pembina Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Brebes, Yayuk Puji Rahayuningsih, S.P, M.Si, menyampaikan komitmen para penyuluh untuk mendukung penuh pelaksanaan PM-AAS, termasuk menjangkau petani serta luasan lahan yang menjadi sasaran program.
Pada kesempatan yang sama, tim HarvestPlus Solutions (HPS) Indonesia memberikan pelatihan dan simulasi penggunaan platform e-learning PM-AAS. Para peserta terlihat antusias mengikuti praktik langsung sehingga dapat memahami penggunaan aplikasi secara cepat dan interaktif.
Dukungan juga datang dari CropLife Indonesia yang berkolaborasi dengan HPS Indonesia melalui program Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF). Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kapasitas penyuluh dan petani terkait penggunaan pestisida yang aman dan bertanggung jawab, termasuk pemahaman membaca label produk serta penerapan prinsip "6 Tepat" dalam penggunaan pestisida.
Melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi digital, penyuluh diharapkan mampu menjadi jembatan yang efektif dalam menyampaikan inovasi pertanian kepada petani. Dengan demikian, informasi dan teknologi yang diperoleh tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk mendukung produktivitas dan keberlanjutan usaha tani di Kabupaten Brebes. Rel
