![]() |
| Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, memberikan keterangan pers di Kantor Gubernur, kawasan Jalan Diponegoro Medan, Jumat (23/10/2026). Foto Ist |
“Kebutuhan beras Sumatera Utara selama Oktober sebanyak 116.433 ton, sementara produksi beras mencapai 144.066 ton,” papar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Kominfo Sumut, di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Jumat (23/10/2026).
Selain beras, lanjutnya, sejumlah komoditas hortikultura juga mencatat produksi cukup baik. Produksi cabai merah mencapai 14.213 ton dengan kebutuhan 9.855 ton, sedangkan cabai rawit mencapai 7.594 ton dengan kebutuhan 3.712 ton. Sementara, bawang merah diproduksi setara umbi basah 5.021 ton atau 3.306 ton dalam kondisi kering, dengan kebutuhan 5.353 ton.
Di sektor peternakan, kata Fariz, produksi daging sapi mencapai 1.773 ton dengan kebutuhan 891 ton. Begitu juga daging ayam ras mencapai 20.383 ton dengan kebutuhan 16.037 ton. Tak hanya itu, produksi telur ayam ras mencapai 53.810 ton dengan kebutuhan 20.491 ton.
“Untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, Pemprov Sumut melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan pun melakukan intervensi. Intervensi ini masuk ke dalam bagian Program Strategis Daerah (PSD),” tuturnya.
Dikemukakan, melalui PSD, Pemprov Sumut membangun kawasan pertanian terpadu untuk komoditas padi, jagung, cabai merah, bawang merah, sapi potong, serta rumah produksi kelapa dan kopi.
"Intervensi dipusatkan pada satu hamparan yang dikelola satu kelompok tani, dilengkapi paket bantuan penuh dan kemitraan BUMD sebagai offtaker," ujarnya.
Fariz mengklaim, program tersebut telah berjalan dan menunjukkan sejumlah capaian positif. Kawasan padi terdiri dari 10 kawasan dengan luas total 300 hektar. Saat ini, panen telah berlangsung di 44,5 hektar dengan produksi mencapai 327,95 ton.
Khusus kawasan jagung mencakup 13 kawasan dengan luas 260 hektar. Panen telah dilakukan di 43 hektar dengan produksi mencapai 345,6 ton.
“Kawasan cabai merah terdiri dari 15 kawasan seluas 60 hektar. Enam kawasan seluas 24 hektar sudah panen dengan produksi 264 ton, kawasan bawang merah terdiri dari 16 kawasan seluas 48 hektar. Enam kawasan seluas 18 hektare sudah panen dengan produksi 299,4 ton,” urainya.
Berbeda dengan kawasan sapi potong, empat kawasan yang berada di Simalungun, Serdangbedagai, Asahan, dan labuhanbatu masih dalam tahap konstruksi dan ditargetkan selesai pada minggu pertama Desember 2026. Nantinya, kawasan tersebut akan menerima sekitar 150 ekor sapi, terdiri dari 120 ekor untuk penggemukan dan 30 ekor untuk pengembangbiakan.
"Rumah produksi kelapa di Nias Utara telah mencapai progres 80 persen dan ditargetkan selesai pada 6 November 2026," sebutnya.
Hal serupa juga terjadi di tiga rumah produksi kopi, yakni satu unit di Kabupaten Humbang Hasundutan dan dua unit di Tapanuli Utara yang ditargetkan selesai dibangun pada November 2026.
"Pengembangan berbagai kawasan itu diharapkan semakin memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat Sumatera Utara," tandasnya. Van
