|

Ini Pengakuan Ryan, Tersangka Pembunuh Yuliza

Ryan (18) usai diamankan karena dituding membunuh Yuliza yang tidak mengembalikan HP nya, beberapa waktu lalu. Foto Ian 

Binjai- Pembunuhan Yuliza (17) warga Jalan Gajah Mada Lingkungan XIII Kelurahan Tunggurono KM 19 Pasar 6 Kecamatan Binjai Timur pada Sabtu (14/11/2020), ternyata dipicu oleh dendam lama tersangka, Ryan Afrishak (18). Saat ditemui kru limakoma.com di balik jeruji Mapolres Binjai, warga kawasan Jalan Danau Tondano Lingkungan IX Kelurahan Sumber Karya Kecamatan Binjai Timur itu blak-blakan bercerita seputar motifnya membunuh. Berikut penuturannya;

Dulu saya sempat pacaran sama dia (korban, red). Waktu saya berjualan bakso bakar sekitar lima bulan yang lalu, dia sempat minjam HP Redmi (android merek Xiaomi Redmi, red) saya. Setelah itu, kami putus. Saya juga tidak berjualan bakso bakar lagi. 

Belakangan ini, sekitar tiga minggu yang lalu, saya jumpa dia lagi. Saya kemudian menanyakan soal HP Redmi yang dipinjamnya dulu. Dibilangnya sudah ngggak ada. Setelah itu, saya gak ada berhubungan lagi dengan dia karena masih di daerah Diski (salah satu kawasan di Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, yang berdekatan dengan Kota Binjai, red).

Tidak berapa lama, saya kemudian pindah ke kos-kosan kawasan Gang Sultan Kilometer 18 Kecamatan Binjai Timur. Setelah pindah ke kos-kosan itu baru saya hubungi lagi dia melalui aplikasi messenger di facebook. Kami kemudian berjanji jumpa di salah satu warnet pada hari Sabtu itu (14/11/2020). Setelah jumpa, baru saya ajak ke kos-kosan sekitar jam 11.00 WIB. 

Di luar kamar kos, saya mencoba mengulur-ulur waktu untuk mengambil HP dia. Dia rupanya tahu kalau saya mau mengambil HP nya dan langsung memberontak. Saya langsung memukul keningnya dengan tangan dan bersama teman perempuan saya, Syahrul Bariah (19), membawanya masuk kamar kos. Di kamar kos, kami kemudian mencekik lehernya dengan kabel lampu hingga mati.

Kami kemudian membawa mayatnya ke daerah Namu Terasi untuk dibuang dengan naik kereta (sepeda motor, red). Saya bawa sepeda motor, dia di tengah dan Syahrul Bariah di belakangnya. Tapi di pertengahan jalan, kereta kami mogok, sehingga ditinggal di jalan arah Dusun Batu Burbar Desa Pekan Sawah Kecamatan Sei Bingei, red). 

Kebetulan ada becak mesin lewat yang dibawa orang pesantren, terus kami panggil dengan alasan mau dibawa ke arah terusan sana (maksudnya Dusun Batu Burbar, red). Sebagai jaminan, kereta ditinggal dan becak mesin itu kami bawa. Setelah membuang mayatnya, kami segera pulangkan becak mesin itu. 

Rupanya, mayatnya ditemukan orang, sehingga kami dijemput polisi dari Polsek Sei Bingei. 

Sekadar mengingatkan, sebelumnya Yuliza berpamitan ke orangtuanya untuk mengurus SKCK dengan temannya, Sabtu (14/11/2020) sekira pukul 10.00 WIB. Mengendarai Honda Beat BK 4987 RAH, ternyata korban menemui mantan pacarnya, sebelum ditemukan tewas dengan kondisi muka lebam diduga akibat bekas penganiayaan di kawasan Dusun Batu Burbar Desa Pekan sawah Kecamatan Sei Bingei. Ian 

Komentar

Berita Terkini